Laman

Kamis, 12 Mei 2011

PERDARAHAN UTERUS DISFUNGSIONAL


A. Pengertian
PUD adalah suatu keadaan yang ditandai perdarahan banyak,berulang dan berlangsung lama yang berasal dari uterus namun bukan disebabkan oleh penyakit organ dalam panggul,penyakit sistemik ataupun kehamilan.
B. Etiologi
Sulit didefinisikan secara jelas karena etiologi PUD multifaktorial.karena itu penting untuk mengelompokkan wanita-wanita yang menderita PUD pada kelompok dengan gejala akut dan kronik dan juga harus dapat dibedakan ovulasi dan inovulasi.
C. Gejala klinik
PUD dapat dikatakan memiliki manifestasi khusus yaitu kejadiannya tidak dapat diramalkan dan biasaanya tidak menimbulkan rasa nyeri,perdarahan dapat sangat banyak berlangsung lama setelah interfal amenore atau berupa perdarahan yang betul-betul tidak teratur dan timbul lebih sering.biasanya keadaan ini berhubungan dengan infertilitas.
D. Pathofisiologi

Mekanisme patofisiologi PUD di atas dapat dilihat dari gambar di bawah ini :

stimulasi estrogen dominan, tidak mendapat perimbangan dan
berlangsung terus menerus

proliferasi

penambahan lapisan pembuluh darah dan kelenjar-kelenjar

pertumbuhan endometrium berlebihan akibat stimulasi estrogen

pelepasan endometrium ireguler

Skema 1. Mekanisme terjadinya PUD

E. Pemeriksaan diagnostic
Riwayat penyakit
Harus memenuhi kriteria yang telah dikemukakan di atas termasuk :
• Ginekologi reproduksi. Pastikan tidak adanya kehamilan dengan memeriksa haid terakhir, menars, pola haid ada tidaknya dimenore, molimina, penggunaan tampon, benda asing, aktivitas seksual, pemakaian kontrasepsi (tipe, efek, lamanya), riwayat SOP dan kelainan perdarahan pada keluarga.
• Tentukan karakteristik episode perdarahan terakhir.
Coba tentukan banyaknya perdarahan. Jika seorang wanita berdiri tanpa menggunakan tampon perlu dilihat apakah ada perdarahan yang mengalir pada kedua kakinya. Jika ada maka perdarahan dikatakan banyak.
• Singkirkan penyebab lain dari perdarahan, seperti stress, kelainan pola makan, olahraga, kompetisi atletik, penyakit kronis, pengobatan dan penyalahgunaan obat.

Pemeriksaan fisis
Pemeriksaan harus difokuskan untuk mengidentifikasi tanda-tanda penyebab lain dari perdarahan. Sindroma Ovarium Polikistik (SOP) dapat ditentukan karena gejalanya sangat jelas, sedangkan adanya anovulasi kronik tidak menunjukkan tanda yang jelas.
• Obesitas, SOP, disfungsi H-P dan hipotiroidisme (menometroragi)
• Kelebihan hormon androgen
» Tumor ovarium/adrenal-Virilisme (klitoromegali, kebotakan daerah frontal, fisik maskulin )
» SOP, Hirsustisme, jerawat
• Memar-memar – koagulopati
• Galaktore- peningkatan prolaktin , singkirkan kemungkinan adanya adenoma hipofise
• Pembesaran uterus. Kemungkinan hamil, tumor atau miom
• Adanya masa pada adneksa
SOP bilateral.
Unilateral. Kehamilan ektopik, tumor sel teka atau tumor granulosa yang mengeluarkan estrogen.

Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan laboratorium ini harus sudah terarah sesuai dengan hasil pemeriksaan fisis dan anamnesis karena biayanya sanagat mahal.
1. Tes kehamilan harus dilakukan
2. PAP tes : untuk mencari displasia ; kemungkinan STD harus selalu dicari
3. Hitung jenis leukosit, menentukan derajat perdarahan apakah berupa hematom atau hanya memar saja
4. Fungsi koagulasi, bila ada memar-memar
5. Fungsi tiroid, hati, glukosa dan sistem endrokin yang mungkin berinteraksi dan mengakibatkan perdarahan
6. Pemeriksaan kadar hormon steroid ;
• DHEA dari ovarium dan adrenal
• DHEA-S adrenal
• LH/FSH rendah atau normal ---- disfungsi poros H-P
• LH tinggi, FSH rendah – SOP
• FSH/LH tinggi, postmenopause, kegagalan prematur fungsi ovarium
• Testoteron, tinggi pada SOP (>80 mg/dl); tidak tinggi pada disfungsi poros H-P atau kegagalan prematur fungsi ovarium
• Prolaktin tinggi – pikirkan adenoma hipofise atau hipotiroidisme
• Progesteron midluteal
7. Biopsi endometrium
• Singkirkan kanker pada wanita dengan riwayat PUD > 1 tahun dan onset pada perimenopause
• Tentukan stadium endometrium
8. USG, singkirkan adanya massa, gambaran hiperplasia.


F. PENATALAKSANAAN

Pada dasarnya tujuan penatalaksanaan PUD adalah :
a. Memperbaiki keadaan umum
b. Menghentikan perdarahan
c. Mengembalikan fungsi hormon reproduksi
d. Menghilangkan ancaman keganasan

Pertimbangan penatalaksanaan :
• Umur,status,fertilitas
• Berat,jenis dan lama perdarahan

Memperbaiki keadaan umum :
• Syok atasi dengan resusitasi cairan
• HB < 8gr% transfusi darah.

Penghentian perdarahan pada PUD dilini primer :
• Progesteron
• Penghambat sintesis prostaglandin/anti cox
 Asam mefenamat 3x500 mg / hari selam 5 hari
 Naproxen 3 x 500 mg/hari
 Asam salisilat
• Anti fibrinolitik:
Asam traneksamat
• Hematinik
G KONSEP DASAR KEBIDANAN
1) Pengkajian
Data subyektif :
• Ibu mengatakan riwayat haid tidak teratur
• Berdarah sedikit2 sejak 20 hari yang lalu.
• Umur 45 Tahun
• Ibu mengeluh pusing.

Data Obyektif :
• TTV : TD 100/70 mmhg,Nadi 80 x/i,SB 36.5°C,
• Konjungtiva pucat
• Tidak teraba massa diatas sympisis.
• Pemeriksaan PDV : Portio kaku tidak nyeri gerak,pembukaan tidak ada,nampak pelepasan darah dari jalan lahir,tidak teraba pembesaran uterus dan pembesaran adneksa.
• Plano test negative.
• P: II A: O
2) Diagnosa kebidanan
P : II A : O dengan perdarahan uterus disfungsional.
a) Tujuan : Perdarahan dapat berhenti
b) Hasil yang diharapkan : Tanda – tanda vital dalam batas normal,HB diatas 9 gr %,dan perdarahan berhenti.
3) Rencana tindakan
• Kaji KU dan TTV
• Kaji tingkat perdarahan.
• Kaji tingkat anemia : HB 7 gr %
• Lakukan rehidrasi
• Atasi anemia dengan transfusi darah
• Kolaborasi dokter pemberian obat roboransia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar