Ketuban Pecah Dini
A. Pengertian
Ketuban pecah dini (KPD) atau premature rupture of membrane (PROM): suatu peristiwa yang terjadi semasa kehamilan ketika selaput amnion pecah atau terjadi lubang diselaput ketuban sebelum dimulainya persalinan.
B. Pathofisiologi
• Selama kehamilan janin, plasenta, talipusat dan cairan amnion berada dalam kantong/ selaput amnion atau membran amnion
• Fungsi cairan amnion (CA) a.l sebagai bantalan, janin dapat bergreak bebas, talipusat terapung tanpa mengalami tekanan
• Selaput amnion memberi perlindungan janin terhadap pengaruh luar seperti mikroorganisme (bakteri dan virus)
• 90% dari kehamilan cukup bulan, robekan selaput amnion terjadi selama proses persalinan
• Kadang-kadang selaput ketuban pecah sebelum onset persalinan dimulai ( ± 10% kehamilan) dan hanya 20% KPD tersebut terjadi pada kehamilan prematur dan 30% diantaranya menjadi penyebab persalinan prematur yang memberikan penyulit dalam persalinan prematur dan meningkatkan morbiditas dan mortalitas perinatal akibat infeksi.
C. Etiologi
Penyebab sebenarnya belum jelas
Faktor resiko seperti:
• merokok
• kehamilan multipel, polihidramnion dan solusio plasenta meningkatkan tekanan intra amniotik
• tindakan amniosintesis
• akibat infeksi microorganisme pada selaput amnion yang menjadi lemah dan mudah pecah
D. Gejala
• Pelepasan cairan amnion melalui vagina dapat tiba-tiba atau mengalir perlahan-lahan / terpencar, banyak / sedikit.
• Komplikasi yang terjadi: persalinan prematur pada PPROM, infeksi janin dan ibu, kompresi talipusat.
• Biasanya KPD dikuti persalinan dalam 24 jam dengan pelbagai variasi waktu lamanya persalinan.
• Pada kehamilan prematur persalinan dapat tertunda sampai 1 minggu setelah PPROM
• Kemungkinan terjadi infeksi antara waktu KPD dan persalinan, pada situasi ini perlu menentukan apakah kehamilan pre-term atau term
• Komplikasi selain amnionitis (0,5-1% kehamilan) 3-15 % PROM pada kehamilan term dan ± 15- 23% karena PPROM yang dapat berkembang menjadi sepsis
E. Diagnosis
• Tentukan adanya cairan amnion(CA) dengan bau khas CA dalam vagina.
• Lakukan periksa spekulum dan lihat adanya CA ( minta ibu batuk atau mengedan) dan gunakan tes kertas nitrazin (lakmus) merah menjadi biru.
• Letakan sedikit Ca diobjek gelas, biarkan kering dan periksa mikroskop adanya gambaran pakis
• Lakukan tes LEA (lekosit esterase) (+)
• Tentukan usia kehamilan, bila perlu USG
• Bila kehamilan prematur (< 36 minggu), periksa kematangan paru (nilai L/S )
• Tentukan gejala infeksi: nadi dan suhu ibu meningkat, lekositosis darah (> 15.000/mm3) dan janin alami takikardi tanda ada infeksi intrapartum serta identifikasi bau dan pus di cairan amnion.
• Tentukan tanda-tanda in partu dan lakukan PDV untuk menilai skor Bishop bila penanganan aktif akan dilakukan.
F. Penatalaksanaan.
• Rawat rumah sakit
• Berikan antibiotika amoksisillin 4x 500 mg atau bila alergi beri eritromisin dan metronidazol 2x 500 mg selama 7 hari.
• Induksi persalinan pada KPD pada kehamilan term atau PPROM dengan infeksi
• Umur kehamilan 32-37 minggu , belum inpartu, tidak ada infeksi, tes busa negatif, beri kortikosteroid untuk pematangan paru
• Betametason dosis: 2x12mg/24 jam IM atau12 mg per 24 jam IM selama 2 hari, deksametason dosis: 4x5mg/24 jam IM atau 2x5 mg/ 24 jam IM selama 2 hari
• Awasi tanda-tanda infeksi dan kesejahteraan janin, terminasi kehamilan pada kehamilan 37 minggu Bila terdapat tanda inpartu tapi tidak ada infeksi, berikan tokolitik seperti salbutasol, deksametason dan induksi setelah 24 jam
• Bila ada infeksi berikan antibiotik dan lakukan induksi
• Kehamilan > 37 minggu, induksi dengan oksitosin, bila gagal lakukan seksio sesar
• Bila terdapat tanda infeksi berikan antibiotik dosis tinggi dan persalinan diakhiri:
- Skor bishop 5 pematangan serviks, lalu induksi. Jika tidak berhasil, akhiri kehamilan dengan seksio sesar.
- Skor Bishop >5 induksi persalinan, partus pervaginam
G. Konsep dasar kebidanan
1) Pengkajian
• Data subyektif :
Ibu mengatakan keluar air dari jalan lahir sejak tadi malam sedikit – sedikit.
Ibu mengatakan umur kehamilan sudah 8 bulan.
HPHT 2 Desember 2007
Ibu mengatakan belum merasakan nyeri perut tembus kebelakang.
Ibu mengatakan ini kehamilan yang pertama.
• Data Obyektif :
G :I P: O A:O
TFU : ½ Px –Pusat,Puka,Kepala, DJJ 142 x/i
Nampak adanya cairan amnion dengan bau khas keluar dari jalan lahir.
Tes lakmus positif.
Leokosit 7500
Hasil PDV : - Pembukaan 1 cm,ketuban +, kepala hodge II, suhu vagina normal, nampak pelepasan cairan amnion merembes.
2) Diagnosa kebidanan
G : I P: O A: O, kehamilan 37 minggu, dengan masalah ketuban pecah dini.
a) Tujuan : persalinan berlangsung normal dengan mempertimbangkan kesejahtraan janin.
b) Hasil yang diharapkan : ibu dan janin dapat menjalani persalinan dengan baik.
3) Rencana Tindakan
• Kaji KU dan tanda – tanda vital ibu
• Lakukan pemeriksaan fisik
• Pantau keadaan janin
• Kolaborasi dokter untuk pemeriksaan USG
• Kolaborasi dokter untuk pemberian antibiotic dan terapi pematangan paru.
• Kolaborasi dokter perencanaan persalinan pervaginam dengan induksi persalinan.
• Anjurkan intake nutrisi.
• Jelaskan kepada ibu dan keluarga tentang kondisi ibu sekarang serta terapi yang akan diberikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar