HIV ( Human Imunnodeficiency Virus)
Kumpulan jasad renik yang sangat kecil yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia
AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome)
Sekumpulan gejala penyakit yang timbul akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh manusia yang disebabkan oleh virus HIV
SISTEM IMUN
Sistem imun melindungi tubuh dengan mengenali bakteri/virus & bereaksi terhadapnya. Ketika sistem imun melemah oleh virus spt HIV tubuh akan mudah terkena infeksi
Sel penjamu yg terinfeksi HIV memiliki waktu hidup yg sangat pendek, hal ini berarti HIV secara terus menerus menggunakan sel penjamu baru un mereplikasi diri
Dlm tubuh ODHA partikel virus akan bergabung dengan DNA sel pasien sehingga orang yg terinfeksi HIV akan tetap terinfeksi seumur hidupnya.
Klasifikasi HIV/AIDS berdasarkan kadar Limfosit CD4
Kategori 1 : ≥500 sel/µl
Kategori 2 : 200 – 499 sel/µl
Kategori 3 : < 200 sel /µl
Penularan HIV
Hub seksual dg pengidap HIV/AIDS
Ibu pada bayinya
Darah & produk darah yg tercemar HIV/AIDS
Pemakaian alat kesehatan yg tdk steril
Alat – alat untuk menoreh kulit
Menggunakan jarum suntik secara bergantian
Stadium perjalanan peny. HIV/AIDS
Stadium pertama, HIV, Windows periode : berlangsung 1 – 3 – 6 bulan
Stadium kedua, Asimptomatik(tampa gejala) : berlangsung 5 – 10 tahun
Stadium ketiga : pembesaran kelenjar limfe secara menetap dan merata, berlangsung lebih satu bulan.
Stadium keempat, AIDS : timbul berbagai macam penyakit.
Gejala klinis AIDS
Gejala utama/mayor
Demam lebih dari 3 bulan
Diare kronis lebih dari 1 bulan berulang maupun terus menerus
Penurunan BB lebih dari 10% dlm 3 bulan
TBC
Gejala minor
Batuk kronis lbh dr 1 bulan
Infeksi mulut dan tenggorokan
Pembengkakan kelanjar getah bening
Munculnya herpes Zoster & bercak gatal diseluruh tubuh
PEMERIK. LABORATORIUM UNTUK HIV/AIDS
ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay
WB (Western Blot)
PCR (Polymerase Chain Reaction)
Langkah pencegahan primer
A : Abstinence, berarti absen seks dengan tidak melakukan hub seks bagi orang yg belum menikah
B : Be faitful, berarti bersikap setia kpd satu pasangan.
C : Condom
D : Drug No, jangan menggunakan narkoba
APA YANG ANDA LAKUKAN SEBAGAI BIDAN UNTUK MENCEGAH PENULARAN HIV/AIDS TERHADAP DIRI ANDA PADA SAAT BEKERJA ....????
Universal Precautions (Kewaspadaan umum)
Pengertian
Seluruh tindakan u/ mencegah penyebaran HIV/AIDS di lingkungan sarana kesehatan. Dilaksanakan dengan pengelolaan yang tepat terhadap darah dan cairan tubuh sebagai sumber yang dapat menularkan HIV, sehingga penularan antara petugas dan penderita serta penderita dapat dicegah.
Tindakan penting
Menghindari kontak langsung dengan darah, cairan tubuh dan selaput lendir penderita
Selalu mencuci tangan sebelum dan setelah melakukan tindakan medis maupun keperawatan.
Menggunakan sarana/pelindung yg dapat mencegah kontak tubuh dg darah, cairan tubuh at lelaput lendir setiap penderita Senantiasa melakukan dekontaminasi cairan tubuh penderita juga muntahan dgn larutan klorin 0,5 %
Pemakaian alat sekalipakai atau sterillisasi alat
Pembungan limbah dengan benar dan seksama.
Cara mencuci tangan
Harus dilakukan sebelum dan sesudah melakukan tindakan.
Tersedia sabun anti septik dan air mengalir, melepaskan benda disekitar tangan.
Gunakan tissu un membuka keran air
Basahi tangan & pergelangan tagan, kemudian tuangkan lebih 5 CC sabun cair ditelapak tangan.
Mencuci tangan dilakukan dengan air bersih yang mengalir (15-30 detik) dengan sabun dan anti septik dan mengeringkan dengan pengering atau kain bersih.
Petugas yang mengalami luka atau infeksi pada kulit : tidak melakukan tugas yang kontak lagsung dengan penderita dan peralatan bekas dipakai penderita
Sarung tangan
Apabila akan menyentuh darah, cairan tubuh, selaput lendir atau kulit penderita yang luka.
Apabila membersihkan peralatan yang tercemar darah atau cairan tubuh
Apabila melakukan prosedur yang menyangkut darah atau pembuluh darah.
Masker, kacamata
Mengantisipasi bila terkena, melindungi selaput lendir mata, hidung dan mulut saat kontak dengan darah dan duh tubuh.
Baju Pelindung
Lindungi kulit dari kontak dengan darah dan duh tubuh.
Cegah pakaian tercemar selama tindakan klinik yang dapat berkonyak langsung dengan darah atau duh tubuh
Pembersihan Lingkungan
Perawatan rutin, pembersihan dan disinfeksi peralatan dan perlengkapan dalam ruang perawatan pasien
Instrumen tajam :
Hindari memasang kembali penutup jarum bekas
Hindari melepas jarum bekas dari semprit habis pakai.
Hindari membengkokkan, mematahkan, atau memanipulasi jarum bekas dengan tangan
Masukkan instrumen tajam kedalam tempat yang tidak tembus tusukan.
Resusitasi pasien :
Gunakan bagian mulut kantong resusitasi atau alat ventilasi yang lain untuk menghindari resusitasi dari mulut ke mulut
Penempatan pasien :
Tempatkan pasien yang mengontaminasi lingkungan dalam ruang pribadi.
Manajemen paparan kuman patogen yang ditularkan melalui darah akibat pekerjaan
A. Penanganan segera
Luka tusuk: bilas dengan air mengalir dan sabun atau antiseptik.
Pajanan mukosa mulut: ludahkan dan kumur.
Pajanan mukosa mata: irigasi dengan air atau garam fisiologis.
Pajanan mukosa hidung: hembuskan keluar dan bersihkan dengan air.
Jangan dihisap dengan mulut, jangan ditekan.
Desinfeksi luka dan daerah sekitar 5 menit dg betadine atau alkohol 70% selama 3 menit.
B. Laporkan agar segera memperoleh obat Pencegahan Pasca Pajanan (PPP)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar